Kuta Selatan: kenapa pembangunannya paling masif di Bali
Wisatawan rekor, villa baru di hampir setiap desa, dan proyek jalan Rp2,9 triliun. Ini gambaran perkembangan Bukit dari Jimbaran sampai Uluwatu.
Kuta Selatan, atau semenanjung Bukit, mencakup Jimbaran, Ungasan, Pecatu, Kutuh, Benoa, dan Tanjung Benoa. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini menjadi salah satu titik pembangunan tercepat di Bali: villa sewa, resort, beach club, dan kavling hunian bermunculan di sepanjang tebing dan jalan utama menuju Uluwatu.
Permintaan terus naik
Menurut Pemprov Bali, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai lebih dari 7,05 juta, tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir dan naik sekitar 11,3% dari 2024. Pantai-pantai di Bukit seperti Melasti, Pandawa, Padang Padang, dan Bingin termasuk tujuan favorit, sehingga kebutuhan akomodasi dan lahan di sekitarnya ikut naik.
Proyek jalan besar sedang berjalan
Pertumbuhan yang cepat membuat jalan utama, terutama Jalan Raya Uluwatu dari Simpang Nirmala ke Pecatu, sering macet. Pemerintah Kabupaten Badung menjawabnya dengan beberapa proyek:
- Jalan Lingkar Selatan (JLS) Segmen 4, Jimbaran–Uluwatu, lebih dari 10 km, melewati Pecatu Graha, Jimbaran Hijau, dan Labuan Sait. Lebar badan jalan 24 meter dengan trotoar 3 meter di kedua sisi. Groundbreaking 27 Juli 2026, nilai lebih dari Rp2,9 triliun, target selesai akhir 2027.
- Pelebaran jalan Pecatu–Melasti/Siligita dari 6 meter menjadi 10 meter, ditambah lampu lalu lintas di Simpang Siligita.
- Akses satu arah Simpang Wanagiri–Unud (pembebasan lahan 2026, target beroperasi 2027) dan trase baru Unud–GWK–Goa Gong.
- Rekayasa lalu lintas di titik-titik Ungasan dan Pecatu (Simpang Nirmala, Jalan Blimbing, Blimbing Sari, Toya Ning) sejak 1 Juni 2026, yang kemudian ditetapkan permanen.
Proyek jalan ini juga disertai pemasangan pipa air bersih. Bupati Badung menyebut masalah air di Badung Selatan sebagai hal mendesak.
Apa artinya bagi pemilik dan pembeli tanah
- Lahan di dekat jalur JLS dan ruas yang dilebarkan berpotensi lebih mudah diakses setelah proyek selesai. Namun, pastikan bidang tanah tidak terkena rencana trase.
- Kemacetan dan air bersih masih menjadi tantangan. Akses jalan, sumber air, dan jarak ke jalan utama sebaiknya dicek langsung sebelum membeli.
- Lahan datar dengan akses mobil, zonasi pariwisata, dan view laut tetap paling dicari untuk villa sewa.
Artikel ini adalah rangkuman berita dan pengalaman lapangan, bukan nasihat investasi. Detail proyek bisa berubah; cek kabar terbaru dari Pemkab Badung.
Sumber
- ANTARA Bali – Kunjungan wisman ke Bali 2025 tembus 7 juta (1 Jan 2026)
- detikBali – Pemkab Badung groundbreaking JLS Segmen 4 di Kuta Selatan (27 Jul 2026)
- Bisnis Bali – Badung bangun Jalan Lingkar Barat 10 km (20 Jul 2026)
- detikBali – Dishub Badung rekayasa 6 titik lalu lintas ke Uluwatu mulai Juni 2026 (14 Mei 2026)
- Warta Bali Online – Rekayasa lalin Pecatu–Uluwatu ditetapkan permanen (2 Jul 2026)