Investasi di Bali tembus Rp30,8 triliun hingga triwulan III 2026, Badung paling besar
Modal asing menyumbang hampir 59%. Prancis jadi negara investor terbesar, dan sektor perumahan-perkantoran menjadi tujuan utama modal asing.
DPMPTSP Provinsi Bali mencatat realisasi investasi di Bali hingga triwulan III 2026 mencapai Rp30,80 triliun, atau 64% dari target tahun ini sebesar Rp47,93 triliun. Sekitar 58,8% berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan 41,2% dari dalam negeri (PMDN).
Badung menyerap lebih dari separuh
Kabupaten Badung, yang mencakup Kuta Selatan dan Kuta Utara, mencatat investasi Rp18,22 triliun, terbesar di Bali, baik untuk PMA (Rp11,13 triliun) maupun PMDN (Rp7,09 triliun). Denpasar menyusul dengan Rp4,69 triliun dan Gianyar Rp4,25 triliun. Kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) menyerap sekitar 92% dari total investasi.
Negara dan sektor teratas
- Negara asal PMA terbesar: Prancis Rp2,33 triliun, Rusia Rp1,95 triliun, Australia Rp1,94 triliun, Singapura Rp1,69 triliun, Amerika Serikat Rp1,24 triliun.
- Sektor terbesar: hotel dan restoran Rp12,49 triliun, disusul perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp9,35 triliun. Sektor terakhir ini justru yang terbesar untuk PMA, yaitu Rp8,49 triliun.
Bagi pemilik lahan, data ini menunjukkan minat investor asing ke properti hunian dan akomodasi masih kuat, terutama di Badung.
Ringkasan berita, bukan nasihat investasi.