Bukit Uluwatu Villa (BUVA) himpun Rp1,53 triliun, ratusan miliar untuk proyek di Uluwatu
Emiten properti dan hotel ini menyiapkan dana untuk resort baru di lahan 3,9 hektare dan infrastruktur Uluwatu Estate.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), perusahaan properti dan hotel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) senilai sekitar Rp1,53 triliun. Perusahaan menerbitkan hingga 6,15 miliar saham baru dengan harga Rp250 per saham.
Rencana penggunaan dana di Bali
- Rp426,3 miliar ke PT Bukit Bali Permai. Dana ini dipakai untuk mengakuisisi PT Royal Uluwatu Residence (Rp199,3 miliar) dan menyuntik modalnya (Rp227,1 miliar) guna mengembangkan lahan sekitar 3,9 hektare di Uluwatu. Proyek "West Resort" ini ditargetkan rampung pada kuartal IV 2029.
- Rp390,3 miliar ke PT Bukit Permai Properti untuk infrastruktur Uluwatu Estate, seperti jalan, galeri seni, taman alam, dan fasilitas olahraga. Target selesai kuartal IV 2028.
- Rp150 miliar untuk renovasi total Alila Ubud, target selesai kuartal IV 2028.
Sisa dana dipakai untuk melunasi pinjaman di Bank Mandiri (Rp417,8 miliar) dan untuk infrastruktur resort terintegrasi di Lagoi, Bintan (Rp150 miliar).
Kenapa ini menarik
Proyek resort dan infrastruktur skala besar dari perusahaan terbuka menunjukkan modal institusi masih masuk ke Uluwatu. Kawasan di sekitar proyek seperti ini biasanya ikut mendapat perhatian investor.
Ringkasan berita, bukan rekomendasi saham atau nasihat investasi.